Sastra Teknik

  • Opini - Sastra Teknik

    Dari AI + X Menjadi AI × X

    Jangan Sampai AI Semakin Pintar, Manusianya Berhenti Berpikir Pada tulisan sebelumnya, saya mencoba menempatkan Artificial Intelligence dalam perjalanan pendidikan anak dan keluarga. Fitrah → Keluarga → Tauhid → Ibadah → Adab → Ilmu → AI AI datang belakangan.Bukan karena AI tidak penting.Justru sebelum teknologi memperkuat manusia, manusianya harus dibangun terlebih…

  • Sastra Teknik

    Dari Mesin Tenun, Wuling hingga AI

    Belajar dari Jejak Industri Liuzhou, Merenungkan Masa Depan AI Minggu (9/8/2026), di sela mengikuti pelatihan Artificial Intelligence di China, kami berkesempatan mengunjungi Liuzhou Industrial Museum. Awalnya saya membayangkan ini seperti museum industri pada umumnya. Ada mesin lama. Ada foto. Ada catatan sejarah. Saya pikir akan menghabiskan waktu satu jam, lalu…

  • Sastra Teknik

    Ketika AI Menjadi Teman Anak Kita 

    Sebelum Anak Mengenal AI, Pastikan Ia Mengenal Dirinya dan Tuhannya Artificial Intelligence berkembang begitu cepat. Hari ini AI bisa menulis, menggambar, membuat program, menerjemahkan bahasa, membantu belajar, bahkan menjadi teman berdiskusi. Anak-anak kita hampir pasti akan hidup berdampingan dengan AI. Karenanya pertanyaannya bukan lagi:Apakah anak kita boleh menggunakan AI? Tetapi:Di…

  • Opini - Sastra Teknik

    Belajar di China, Merenungkan Indonesia

    Ketika AI Mengajarkan Cara Melihat Indonesia Bismillahirrahmanirrahim Di tengah mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) di China, saat waktu istirahat maupun pada malam hari setelah pelatihan, saya menyempatkan membaca berita dan media sosial dari Indonesia. Salah satu yang ramai menjadi perhatian adalah rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang banyak diperbincangkan. Suasana tersebut…

  • Sastra Teknik

    AI + X: Skill Manusia Makin Glow Up!

    “AI bukan hadir untuk menggantikan manusia. AI hadir untuk memperkuat manusia yang memiliki keahlian.” Pada tiga tulisan sebelumnya dalam Seri Insight AI dari China, kita telah belajar bahwa AI dibangun di atas tiga fondasi utama: data, algoritma, dan komputasi. Ketiganya adalah syarat agar sebuah sistem AI dapat bekerja dengan baik.…

  • Perjalanan Spiritual - Sastra Teknik

    Ketika AI Bertemu Al-Fatihah

    Hari pertama mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) di China, saya belajar bahwa sebuah sistem AI hanya dapat bekerja apabila memiliki tiga pilar utama: data, algoritma, dan komputasi. Pada tulisan sebelumnya, saya mencoba memahami ketiga pilar tersebut dari sudut pandang teknologi. Bagaimana data menjadi fondasi, algoritma menjadi cara berpikir, dan komputasi…

  • Opini - Sastra Teknik

    AI Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Cara Berpikir

    Pelajaran AI Pertama dari China Saya datang ke China untuk belajar Artificial Intelligence (AI). Dalam benak kebanyakan orang, belajar AI berarti belajar ChatGPT, robot humanoid, atau teknologi-teknologi canggih yang sedang menjadi perbincangan dunia. Namun, pelajaran pertama yang saya dapatkan di China justru bukan tentang aplikasi, melainkan tentang fondasi. Saya menyadari…

  • Sastra Teknik

    Jalan yang Lengang di Negeri 1,4 Miliar Penduduk

    Hari pertama menginjakkan kaki di China memberikan kesan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ketika Saya Belajar bahwa Kemacetan Bukan Sekadar Soal Banyaknya Kendaraan Bahkan sebelum pesawat mendarat di Xiamen, saya terus memperhatikan pemandangan dari balik jendela. Hamparan gedung-gedung tinggi memenuhi cakrawala. Hampir semuanya berupa apartemen bertingkat. Sangat jarang terlihat…

  • Opini - Perjalanan Spiritual - Sastra Teknik

    China: Dari Hadnin ke Negeri Teknologi

    Ketika Mimpi Bertemu dengan Rencana Allah “Tidak semua yang kita impikan menjadi takdir kita. Namun setiap takdir yang Allah tetapkan, jika kita beriman, selalu mengandung kebaikan.” Ketika Mimpi Tak Menjadi Nyata Pernahkah kita mengalami dua keadaan yang sangat berbeda? Pertama, kita memiliki sebuah mimpi yang begitu besar. Kita merencanakannya dengan…