Tentang Saya, Firman Arifin

Salam hangat. Saya Firman Arifin.

Selamat datang di FIRMANarifin.id, ruang tempat saya berbagi ilmu, pengalaman, dan refleksi kehidupan.

Saya lahir dan besar di Pamekasan, Madura.

Saya tumbuh di keluarga guru. Ayah saya memulai pengabdiannya sebagai guru SD, sedangkan ibu saya adalah guru agama. Karena itu, sejak kecil dunia pendidikan sudah terasa dekat dalam kehidupan saya.

Bahkan sebelum masuk sekolah, saya sering ikut ayah ke sekolah tempat beliau mengajar. Saya masih ingat suasana ruang kelas, papan tulis, dan murid-murid yang belajar. Saat itu saya belum memahami apa arti pendidikan. Namun tanpa sadar, suasana sekolah menjadi bagian dari masa kecil saya.

Di rumah, pendidikan juga hadir dalam bentuk yang sederhana.

Pagi sekolah. Siang madrasah. Malam belajar dan mengaji.

Ada satu pesan yang hampir tidak pernah absen diingatkan oleh kedua orang tua saya.

“Jangan tinggalkan sholat.”

Bukan hanya sholat, tetapi sholat tepat waktu dan sebisa mungkin berjamaah di masjid.

Saat kecil itu terasa seperti rutinitas. Namun setelah dewasa saya menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah yang membentuk banyak hal dalam hidup saya.

Disiplin, tanggung jawab, kesungguhan belajar, dan penghormatan kepada ilmu tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut.

Selain dunia pendidikan, saya juga tumbuh di lingkungan yang dekat dengan organisasi.

Rumah kami sering menjadi tempat singgah para guru, mahasiswa, aktivis organisasi, maupun sahabat-sahabat ayah dan ibu. Saya melihat bagaimana hubungan seorang pendidik dengan murid atau mahasiswanya tidak berhenti ketika proses belajar selesai.

Bahkan hingga akhir hayatnya, ayah masih sering dikunjungi oleh murid, mahasiswa, maupun aktivis organisasi yang pernah dibimbingnya. Hingga hari ini, ibu juga masih aktif memberikan nasihat dan pendampingan kepada berbagai organisasi dan mahasiswa.

Dari keduanya saya belajar bahwa ilmu yang baik tidak berhenti pada diri sendiri. Ilmu harus mengalir menjadi manfaat.

Mungkin karena itulah saya mulai aktif berorganisasi sejak SMA.

Dari organisasi saya belajar bekerja sama, mendengar pendapat orang lain, menyelesaikan perbedaan, dan memahami bahwa tidak semua persoalan bisa diselesaikan sendirian.

Perjalanan pendidikan membawa saya menempuh studi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), hingga akhirnya meraih gelar doktor

Selama menempuh pendidikan di PENS dan ITS, saya tidak hanya belajar di ruang kuliah. Pengalaman berorganisasi turut membentuk cara berpikir, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.

Pada masa itulah saya juga mulai menulis, sebagai cara merekam gagasan, berbagi pengalaman, dan merefleksikan perjalanan hidup.

Awalnya sederhana. Hanya mencatat gagasan, pengalaman, dan pelajaran yang saya peroleh dari berbagai aktivitas. Namun kebiasaan itu terus bertahan hingga hari ini.

Bagi saya, menulis adalah cara belajar. Menulis adalah cara berpikir. Dan menulis adalah cara berbagi.

Perjalanan pendidikan kemudian membawa saya menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang doktor di bidang teknik dan sistem informasi.

Dunia teknik mengajarkan saya cara berpikir sistematis, memahami hubungan sebab-akibat, serta menyusun solusi atas berbagai persoalan.

Namun semakin lama saya belajar, semakin saya menyadari bahwa kehidupan tidak hanya membutuhkan kecerdasan teknis.

Karakter juga penting. Komunikasi juga penting. Empati juga penting.

Karena itulah saya sering mencoba menghubungkan ilmu teknik dengan kehidupan sehari-hari. Saya percaya bahwa banyak pelajaran tentang kepemimpinan, pendidikan, organisasi, bahkan spiritualitas yang dapat dijelaskan melalui analogi teknologi, sistem informasi, maupun ilmu rekayasa.

Di luar aktivitas belajar, mengajar, dan menulis, saya juga menyukai olahraga. Semasa sekolah saya cukup akrab dengan bola basket. Sebatas hobi, tetapi cukup untuk belajar tentang disiplin latihan, sportivitas, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.

Hari ini saya masih menjalani peran yang sama seperti yang saya pelajari sejak kecil: terus belajar.

Belajar dari kampus. Belajar dari organisasi. Belajar dari masyarakat. Belajar dari perjalanan. Dan belajar dari kehidupan itu sendiri.

Melalui website ini saya berbagi berbagai tulisan tentang pendidikan, teknologi, kepemimpinan, karakter, kebangsaan, organisasi, haji, dan refleksi kehidupan.

Sebagian lahir dari ruang kelas. Sebagian lahir dari ruang rapat. Sebagian lahir dari perjalanan. Dan sebagian lagi lahir dari perenungan sederhana tentang kehidupan sehari-hari.

Saya percaya bahwa ilmu yang paling bernilai bukanlah ilmu yang tersimpan di kepala, melainkan ilmu yang mengalir menjadi kemanfaatan bagi sesama.

Perjalanan itu kemudian membawa saya mengabdi di almamater sebagai dosen di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Saat ini saya dipercaya sebagai Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, sekaligus tetap aktif mengajar, meneliti, membimbing mahasiswa, menulis, serta membangun kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah, dan mitra internasional.

Bidang yang saya tekuni meliputi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Data Science, Sistem Informasi, transformasi digital, pendidikan vokasi, serta kepemimpinan perguruan tinggi. Selain kegiatan akademik, saya juga sering menjadi pembicara dalam seminar, pelatihan, dan forum ilmiah, serta mendorong hilirisasi inovasi agar hasil riset dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui FIRMANarifin.id, saya berharap setiap tulisan dapat menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, serta menghadirkan manfaat bagi siapa pun yang membacanya.

Salam hangat,

Firman Arifin
“Anak guru dari Pamekasan yang senang menulis, belajar, dan menghubungkan ilmu dengan kehidupan.”