Ada ruangan yang begitu indah. Ada pula ruangan yang begitu kita masuki, tiba-tiba hati ingin kembali menjadi tamu Allah.
Begitu masuk ke Masjid Ar-Rahman Blitar, suasananya langsung membawa ingatan saya kepada dua tempat yang paling dirindukan.
Di bagian depan, ornamen pintu dan kiswahnya mengingatkan pada Ka’bah dan Multazam. Yang membuatnya semakin istimewa, Masjid Ar-Rahman Blitar memang memajang kiswah asli yang pernah digunakan pada Ka’bah. Seolah nuansa Makkah dihadirkan di satu sisi.
Sementara lengkung, kaligrafi, pilar, dan suasana ruangnya mengingatkan kepada indahnya Masjid Nabawi. Seolah nuansa Madinah menyambut dari sisi yang lain.
Makkah bertemu Madinah dalam satu ruang.
Belum lagi aromanya…
Wangi oud dan musk yang begitu familiar. Aroma yang seakan langsung membuka memori yang tak terlupakan. Suasana shalat, langkah kaki jamaah, lantunan doa, dan ketenangan yang dulu pernah dirasakan di Tanah Suci.
Kadang memang, aroma lebih cepat membawa kita pulang kepada sebuah kenangan dibandingkan foto.
Tiba-tiba teringat kembali suasana haji dan umrah.
Rindu thawaf.
Rindu Madinah.
Rindu menjadi tamu Allah.
Semoga rasa rindu ini bukan hanya menjadi kenangan, tetapi berubah menjadi doa dan niat yang semakin kuat.
Ya Allah, panggillah kami kembali.
Panggil keluarga kami.
Panggil sahabat dan orang-orang yang kami sayangi.
Bagi yang belum pernah, semoga segera dipanggil.
Bagi yang sudah pernah, semoga dipanggil kembali.
Semoga kita semua dimampukan menginjakkan kaki di Baitullah dan Masjid Nabawi.
Aamiin.
Jamaah Haji NH 2025
*Subuh, 19 September 2026


