Serial Kehidupan Berjalan Seperti Algoritma (2)
Jangan Berjalan Tanpa Petunjuk Sang Pencipta
“Jika kita rela mengikuti Google Maps agar tidak salah jalan,
mengapa kita sering mengabaikan petunjuk Allah menuju jalan yang lurus?”
Hampir setiap hari kita menggunakan Google Maps. Ketika hendak menuju tempat yang belum pernah kita kunjungi.
Kita dengan percaya mengikuti setiap arah yang ditunjukkan. Belok kanan, belok kiri, putar balik, bahkan ketika rute berubah, kita tetap yakin karena percaya aplikasi itu akan membawa kita ke tujuan.
Namun pernahkah kita bertanya, mengapa untuk urusan dunia kita begitu percaya pada sebuah aplikasi, sementara untuk perjalanan hidup yang menentukan dunia dan akhirat, kita justru sering mengabaikan petunjuk dari Allah?
Padahal Allah telah memberikan roadmap kehidupan yang sangat jelas melalui Al-Qur’an.
Banyak orang memiliki target hidup. Ingin sukses, memiliki keluarga yang bahagia, karier yang baik, kesehatan, dan rezeki yang berkah. Semua itu adalah cita-cita yang baik.
Namun, sebaik apa pun tujuan yang kita inginkan, kita tetap membutuhkan peta jalan agar tidak tersesat dalam mencapainya.
Allah, Sang Pencipta manusia, tidak membiarkan kita menjalani kehidupan tanpa arah. Melalui Al-Qur’an, Allah menjelaskan asal perjalanan kita, tujuan hidup kita, pilihan-pilihan yang akan kita hadapi, hingga akhir perjalanan yang akan kita tuju.
Roadmap itu dimulai sejak manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian Allah memberikan pilihan kepada setiap manusia: menempuh jalan fujur atau takwa.
Selanjutnya manusia menjalani kehidupan dengan berbagai nikmat, ujian, dan amal perbuatan.
Pada waktunya, setiap orang akan menghadapi kematian, dihisab atas seluruh amalnya, lalu berakhir pada satu dari dua tujuan: Surga atau Neraka.
Inilah roadmap kehidupan yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an. Sebuah peta perjalanan yang tidak hanya menunjukkan tujuan akhir, tetapi juga menjelaskan jalan yang harus ditempuh agar sampai ke tujuan tersebut.
Sebagai dosen teknik, saya terbiasa melihat pentingnya sebuah roadmap. Tidak ada proyek besar yang dikerjakan tanpa perencanaan.
Sebuah roadmap menjelaskan titik awal, tahapan yang harus dilalui, potensi hambatan, dan target yang ingin dicapai.
Tanpa roadmap, sebuah proyek akan kehilangan arah dan menghabiskan banyak tenaga tanpa hasil yang optimal.
Kehidupan pun demikian.
Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca saat Ramadhan, ketika ada pengajian, atau saat acara tertentu.
Al-Qur’an adalah panduan navigasi kehidupan yang Allah turunkan agar manusia tidak kehilangan arah.
Yang menjadi pertanyaan bukanlah, “Apakah Allah sudah memberikan petunjuk?”
Karena jawabannya sudah jelas: sudah.
Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Sudahkah kita membuka, mempelajari, dan mengikuti petunjuk itu?”
Bukankah setiap hari kita memohon kepada Allah,
“Ihdinash-shiraasṭal-mustaqiim.”
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”
(QS. Al-Fatihah: 6)
Doa itu kita ulangi berkali-kali setiap hari. Maka sudah seharusnya kita juga membuka peta jalan yang Allah berikan agar langkah kita benar-benar berada di atas jalan yang lurus.
Serial ini akan mengajak kita menyusuri roadmap tersebut, tahap demi tahap. Bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi agar setiap langkah kehidupan semakin selaras dengan petunjuk Allah.
Semoga setiap perjalanan yang kita tempuh, pada akhirnya bermuara pada ridha Allah dan Surga-Nya.
Sejenak menunduk
Google Maps membantu kita menemukan jalan di dunia. Al-Qur’an membimbing kita menemukan jalan menuju ridha Allah. Pertanyaannya, peta mana yang lebih sering kita buka?
Bersambung…
Serial Kehidupan Berjalan Seperti Algoritma (3)



