Sastra Teknik

Man Ana ?

Hadir dalam sebuah wisuda, kita bisa mendengar banyak lagu dinyanyikan dengan sangat indah.

Namun di Wisuda UNUSA, ketika “Man Ana” mulai dilantunkan, rasanya berbeda. Ada getaran yang sulit dijelaskan.

Bahkan air mata pun mengalir tipis. Seolah ikut menerjemahkan rasa yang tak seluruhnya mampu diucapkan dengan kata-kata.

Bukan hanya karena merdunya suara dari wisudawan yang menyanyi, tetapi karena maknanya seperti mengetuk hati.

“Siapakah aku?”

Pertanyaan sederhana, tetapi dalam sekali.

Di tengah gelar, pencapaian, tepuk tangan, dan kebanggaan, lagu itu seperti mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun sampai pada titik ini sendirian.

Ada orang tua, guru, sahabat, keluarga, dan begitu banyak tangan yang mungkin tidak pernah terlihat.

Dan ketika mendengarnya, saya pun ikut bertanya kepada diri sendiri.

Siapa saya hari ini, tanpa mereka yang pernah membimbing, mendoakan, dan membersamai perjalanan saya?

Mungkin itulah mengapa Man Ana terasa begitu bergetar. Bukan sekadar lagu yang didengar telinga, tetapi sebuah pengingat yang sampai ke hati.

Semakin tinggi kita melangkah, semakin penting untuk tetap tahu dari mana kita berasal, siapa yang berjasa, dan kepada siapa akhirnya kita kembali.


Ada pantun spontanitas tadi on the spot khusus untuk wisudawan UNUSA:

Jalan-jalan ke Surabaya, tidak lupa beli es blewah.
Selamat untuk wisudawan UNUSA, semoga semakin sukses dan berkah.

Ada ucapan selamat juga dari adinda @ari_ifin

@firman.arifin

selamat #Wisuda Ke-22 #UNUSA #PENS #JOSS #ari_ifin @Unusa Official @Ari.Ifin @Poltek Elektronika Negeri Sby. @Pensla @PENS Sumenep @TIM CONTENT CREATOR PENS @fkk_unusa_surabaya

♬ suara asli – Firman Arifin – Firman Arifin

https://vt.tiktok.com/ZSbhDHhdD


Lirik Man Ana

من أنا من أنا لولاكم ، كيف ما حبكم كيف ما أهواكم

Man ana man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum

Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian ( guru ), Bagaimana aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan tuk bersama kalian

ما سوى ولا غيركم سواكم ، لا ومن في المحبة علي ولاكم

Maa siwaaya wa laa ghoirokum siwaakum , Laa wa man fiil mahabbah ‘alayya wulaakum

Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun di dalam cinta selain engkau dalam hatiku

أنتم أنتم مرادي وأنتم قصدي ، ليس أحد في المحبة سواكم عندي

Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii

Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang ku inginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku

كلما زادنى فى هواكم وجدي

، قلت يا سادتي محجتي تفداكم

Kullamaa zaadanii fii h waakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum

Setiap kali bertambah rasa cinta dan rinduku pada mu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *