Sastra Teknik

Kehidupan Berjalan Seperti Algoritma

Ketika Teknik dan Sosial Seiya Sekata

Algoritma sering dianggap milik dunia teknik.
Milik programmer.
Milik mahasiswa IT.
Milik komputer.

Padahal sesungguhnya, algoritma adalah bahasa kehidupan.
Karena inti algoritma hanya dua.

Pertama, ada tujuan.
Ada masalah yang ingin diselesaikan.
Ada goal yang ingin dicapai.

Kedua, untuk mencapai tujuan itu diperlukan
langkah-langkah yang logis,
terstruktur, dan berurutan.

Semakin sederhana langkahnya, semakin efektif.
Semakin cepat mencapai tujuan, semakin optimal.

Karena itu dalam dunia teknik, algoritma yang baik bukan sekadar “bisa berjalan”.

Tetapi efisien.
Tidak berputar-putar.
Tidak membuang energi.
Tidak membuang memori.
Tidak membuang waktu.

Menariknya, konsep ini ternyata sangat dekat dengan organisasi.

Dalam organisasi, tujuan itu disebut visi.

Visi adalah arah besar.
Tujuan akhir.
Cita-cita yang ingin diwujudkan.

Lalu bagaimana cara mencapainya?

Di situlah hadir misi.
Misi hakikatnya adalah langkah-langkah strategis untuk mencapai visi.
Dan agar lebih operasional, misi diterjemahkan lagi menjadi program-program kerja.

Jika ditarik lebih dekat,
Visi = Goal
Misi = Algoritma
Program Kerja = Implementasi Algoritma

Maka organisasi sebenarnya adalah algoritma sosial.
Karena organisasi tanpa visi ibarat program tanpa output.
Berjalan, tetapi tidak jelas mau ke mana.

Sebaliknya, visi tanpa misi ibarat ingin membuat aplikasi besar tetapi tidak memiliki flowchart.

Semangat ada.
Keinginan ada.
Tetapi langkah-langkahnya tidak jelas.
Akibatnya organisasi sibuk, tetapi lelah tanpa arah.

Inilah menariknya ketika ilmu teknik dipahami secara lebih luas.
Saat belajar parsial, seakan-akan ilmu teknik dan ilmu sosial itu berbeda dunia.

Padahal ketika dipahami secara komprehensif, ternyata keduanya saling terhubung.

Karena manusia hidup dengan sistem.
Dan sistem selalu membutuhkan algoritma.

Mungkin itulah sebabnya teknik dan sosial sebenarnya seiya sekata.

Objeknya boleh berbeda.
Tetapi ruhnya sama.
Tujuan yang jelas.
Langkah yang terukur.
Dan hasil yang ingin diwujudkan.

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *