Setelah semalam di Muzdalifah dan berjalan kaki sejauh 6,3 kilometer menuju Mina, tibalah kami di hari besar: 10 Dzulhijjah, hari di mana ritual melempar jumrah dilaksanakan. Di bawah terik matahari yang tak bersahabat,di antara derap langkah 2,5 juta umat Islam dari seluruh dunia,kami melanjutkan perjalanan menuju medan tempur spiritual. Rehat…
-
-
Muzdalifah Tempat Mengumpulkan Batu, Mengendapkan Ego
Setelah Arafah, tibalah kita di Muzdalifah.Dalam dingin malam yang menyapa, di tanah lapang, para tamu Allah berkumpul.Tak ada hotel, tak ada kasur. Hanya bumi, langit, dan diri sendiri. Tugasnya terlihat sederhana, menginap sebentar dan mengumpulkan batu.Namun seperti halnya thawaf dan sa’i, ritual ini bukan sekadar fisik, ia sarat makna ruhani.…
-
Hikmah Wukuf di Arafah: Dua Kain, Dua Perjalanan, Satu Tujuan
“Al-Hajju Arafah”Haji adalah Arafah.(HR. Tirmidzi) Di Arafah, semua kembali ke titik nol.Tanpa tenda mewah, tanpa kamar pribadi.Yang kaya dan miskin, yang pejabat dan rakyat semuanya berhenti, berdiri, menunggu. Hanya satu yang ditunggu,Rahmat dan pengampunan Allah. Ihram Simbol Kesadaran Awal Kita memulai perjalanan haji dengan mengenakan ihram. Dua kain putih tanpa…
-
Terima Kasih Ya Allah, Engkau Telah Membuat Saya Cengeng di Padang Arafah Ini
Hari ini saya menangis. Bahkan berkali-kali.Bukan karena sedih, bukan pula karena kehilangan.Saya menangis karena disadarkan.Di tempat yang agung ini. Di Padang Arafah.Tempat di mana manusia berdiri bukan dengan gelar, tapi dengan air mata dan pengakuan. Dan untuk pertama kalinya, saya tidak malu menjadi cengeng. Arafah Bukan Tempat Gagah-gagahan Biasanya kita…
-
Haji, Arafah, dan Padang Mahsyar
Refleksi Sebuah Perjalanan yang Lebih Luas dari Sekadar Raga Haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah.Ia adalah perjalanan batin menuju perjumpaan.Bukan hanya dengan Ka’bah,tapi dengan hakikat diri. Dan di antara semua rukun haji, Arafah adalah puncaknya. Di Arafah, manusia berdiri.Lurus. Sendiri.Dalam sejuk harap dan guncang tangis.Tak ada gerakan teknis rumit.…
-
Menuju Arafah, Titik Nol Sebuah Jiwa
Hari ini, jemaah mulai bergerak menuju Arafah. Bukan lagi sekadar menanti di hotel, tapi benar-benar melangkah secara fisik dan hati menuju padang pengampunan itu. Mulai malam nanti, kita tidak bermalam di hotel, tetapi di Arafah.Bersama jutaan jiwa lain yang memikul beban masa lalu, namun menyimpan harapan besar akan masa depan…
-
Drama Romantis “Ibrahim & Hajar” Masa Kini: Bekal Menuju Armuzna
H-1 Armuzna.Hari besar itu hampir tiba. Wuquf di Arafah, titik puncak haji yang menjadi tempat berkumpulnya harap, taubat, dan pengakuan tertinggi seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Di tengah keheningan kamar hotel, dalam suasana menanti hari yang super istimewa, teringat kembali satu nasihat menyentuh dari Ustadz Muhammad Sholeh Drehem, saat beliau…
-
Haji dan Tethering Amal
Bukan Hanya Tersambung, Tapi Menyambungkan Ibarat manusia zaman sekarang, entah anak muda, remaja, dewasa, hingga yang sepuh semua butuh koneksi internet. Begitu terputus dari internet, kita gelisah. Kalau paket data habis, kita segera cari Wi-Fi, atau minta tethering dari teman. Tanpa koneksi, kita merasa “hilang arah.”Padahal… itu cuma internet.Bagaimana dengan…
-
Ujian Cinta Haji 2025
Sabar ya, Bu. Ini bukan hotel biasa, ini “hotel perjuangan” Begitulah bisik-bisik penuh cinta di antara jamaah haji tahun 2025. Kalau biasanya drama terjadi di sinetron malam hari, kali ini drama terjadi di jadwal penerbangan, di atas bus, bahkan saat antre lift yang penuh dan tak kunjung naik-naik. Jadwal Kloter…
-
Ka’bah dan Medan Magnet Ruhani
Haji bukan sekadar ritual fisik. Ia adalah proses spiritual yang bergerak dari niat menuju pelepasan. Dari kepemilikan menuju kepasrahan. Dari keterikatan dunia menuju orbit Ilahiah. Ini seperti medan magnet yang menggerakkan partikel logam untuk selalu mengarah pada kutubnya. Jiwa-jiwa para tamu Allah pun ditarik menuju satu pusat gravitasi spiritual, Ka’bah.…