Berita

Bangkitkan Kemuliaan Islam

Alhamdulillah…
Jumat kemarin 23/12/2016, saya diberi amanah menjadi khatib di Masjid Manarul Ilmi ITS.

Selesai khutbah…
ada jamaah yang mendekat.

“Sampun ditulis, Pak? Materinya?”

Permintaan sederhana…
tapi terasa dalam.

Akhirnya saya coba ringkaskan.
Semoga ada manfaatnya.

Momentum Pasca Aksi Bela Islam

Bukan sekadar peristiwa.
Tapi ada rasa… yang masih terasa sampai sekarang.

Pertama, Allah mengembalikan izzah (kehormatan).
Umat ini… yang sering dianggap lemah…
ternyata bisa berdiri.
Bisa bersuara.
Dan didengar.

Bukan karena jumlah semata…
tapi karena ada keyakinan yang sama.

Kedua, Allah menguatkan ukhuwah.

Di sana…
tidak ada sekat organisasi.
Tidak ada label golongan.

Yang ada hanya satu:
kita… saudara.

Rasanya sederhana…
tapi justru itu yang mahal.

Karena di kehidupan sehari-hari…
kita sering terjebak pada perbedaan kecil…
dan lupa pada persamaan yang besar.

Ketiga, Allah membangkitkan umat.

Bukan hanya bangkit secara fisik.
Tapi bangkit kesadarannya.

Bahwa umat ini…
kalau bersatu…
punya kekuatan yang luar biasa.

Dan yang paling membekas…
adalah pengalaman ruhiyah itu sendiri.

Turun langsung ke aksi 411 dan 212…
bukan hanya melihat…
tapi merasakan.

Nikmatnya ukhuwah.
Nikmatnya kebersamaan.
Nikmatnya satu arah.

Dan sampai hari ini…
rasa itu masih ada.

Mungkin itulah yang sering kita cari…
bukan sekadar keramaian…
tapi kebersamaan yang bernilai ibadah.

Bukan sekadar berkumpul…
tapi hati yang benar-benar tersambung.

Semoga apa yang pernah Allah perlihatkan saat itu…
tidak hanya menjadi kenangan.

Tapi menjadi arah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *